Tips Sahur dan Buka Puasa Aman untuk Pengidap Hipertensi

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:48:27 WIB
Tips Sahur dan Buka Puasa Aman untuk Pengidap Hipertensi

JAKARTA - Bagi penderita hipertensi, menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan bisa menjadi tantangan tersendiri. Selama berpuasa, tubuh menghadapi perubahan pola makan yang signifikan, baik saat sahur maupun berbuka. 

Jika tidak hati-hati, pola makan yang tidak terkontrol, seperti konsumsi garam berlebihan atau makanan olahan, dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah yang berbahaya. Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan beberapa tips khusus agar tekanan darah tetap stabil selama bulan puasa.

Menurut Dr. Johanes Chandrawinata, seorang dokter spesialis gizi, keberhasilan menjalani puasa dengan aman bagi penderita hipertensi bergantung pada dua hal utama: pengaturan asupan garam dan pemilihan makanan yang tepat. Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu diperhatikan agar tekanan darah tetap terkendali selama berpuasa.

Pengaturan Garam: Kunci Utama Menjaga Tekanan Darah

Saat berpuasa, pengaturan konsumsi garam menjadi hal yang sangat penting. Garam, terutama yang terdapat dalam makanan olahan, dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani jantung, yang bisa berisiko bagi penderita hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupan garam selama sahur dan berbuka.

Dr. Johanes menyarankan agar penderita hipertensi menghindari makanan yang mengandung garam tinggi, seperti kerupuk, keripik, ikan asin, telur asin, dan makanan kalengan. 

"Makanan olahan umumnya mengandung garam dalam jumlah yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi berulang kali, risiko tekanan darah naik akan semakin besar, terutama saat tubuh sedang beradaptasi dengan pola makan baru selama puasa," ujarnya.

Meskipun garam memang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah tertentu, konsumsi garam yang berlebihan dapat memicu masalah kesehatan, khususnya bagi penderita hipertensi. Maka dari itu, penting untuk lebih selektif dalam memilih makanan saat sahur maupun berbuka.

Menjaga Konsistensi Pengobatan Selama Puasa

Meskipun puasa mengubah banyak hal dalam rutinitas sehari-hari, pengidap hipertensi tetap harus disiplin dalam menjalani pengobatan. Puasa bukanlah alasan untuk menghentikan konsumsi obat antihipertensi. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu tetap rutin meminum obat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dokter.

Dr. Johanes menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter mengenai penyesuaian waktu minum obat, agar tekanan darah tetap terkontrol selama puasa. Misalnya, jika obat perlu diminum dua kali sehari, penderita hipertensi bisa meminta saran dokter mengenai waktu yang tepat untuk minum obat, agar tidak mengganggu jadwal sahur atau berbuka.

Menjaga rutinitas pengobatan dengan disiplin adalah langkah penting dalam memastikan tekanan darah tidak melonjak selama berpuasa. Dengan pengaturan waktu minum obat yang tepat, tekanan darah tetap dapat dikendalikan meskipun dalam kondisi berpuasa.

Manfaat Buah Segar untuk Menjaga Tekanan Darah

Selain membatasi konsumsi garam dan tetap mengonsumsi obat, penderita hipertensi juga dapat memanfaatkan buah-buahan untuk membantu menurunkan tekanan darah secara alami. Buah-buahan kaya akan kalium, yang dapat menetralkan efek buruk natrium terhadap tekanan darah. Kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung fungsi jantung yang sehat.

"Buah-buahan ini banyak mengandung kalium yang dapat menurunkan efek buruk dari natrium terhadap tekanan darah," kata Dr. Johanes. 

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi penderita hipertensi untuk mengonsumsi buah segar secara rutin, baik saat sahur maupun berbuka.

Namun, Dr. Johanes mengingatkan agar buah tidak dikonsumsi dalam bentuk jus. "Jus buah cenderung tinggi gula namun rendah serat, padahal serat sangat penting untuk membantu kita merasa kenyang lebih lama dan mendukung pencernaan yang sehat," ujarnya. 

Buah yang dimakan langsung lebih bermanfaat karena mengandung serat yang penting untuk sistem pencernaan.

Sebagai panduan, satu porsi buah segar yang dianjurkan adalah sekitar ukuran kepalan tangan pria dewasa. Konsumsi buah segar dalam porsi terkontrol membantu menjaga keseimbangan gizi dan menghindari peningkatan gula darah yang dapat berisiko.

Langkah Lain untuk Menjaga Tekanan Darah Saat Puasa

Selain mengatur pola makan dan pengobatan, penderita hipertensi juga harus memperhatikan kebiasaan lainnya selama berpuasa. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat memperburuk kondisi hipertensi, seperti minuman berkafein atau terlalu banyak makanan manis.

Kebiasaan makan yang tepat juga perlu diperhatikan. Jangan terburu-buru saat berbuka puasa, karena makan dengan cepat dapat meningkatkan risiko lonjakan tekanan darah. 

Sebaiknya, makan secara perlahan dan nikmati makanan dengan penuh kesadaran. Mulailah berbuka dengan air putih dan kurma untuk mengisi kembali energi tubuh dengan cara yang sehat. Setelah itu, konsumsi makanan yang bergizi, seperti sayuran, protein rendah lemak, dan karbohidrat kompleks.

Selain itu, jangan lupa untuk menjaga hidrasi tubuh dengan cukup minum air putih selama malam hari setelah berbuka dan sebelum sahur. Kekurangan cairan dapat memperburuk hipertensi dan membuat tubuh mudah lelah.

Dengan menerapkan pola makan yang sehat, menghindari makanan tinggi garam, mengonsumsi buah segar, serta tetap disiplin dalam mengonsumsi obat, penderita hipertensi dapat menjalani ibadah puasa dengan aman dan nyaman. Pengaturan yang tepat akan membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, serta membangun kebiasaan makan yang lebih sehat dan terkontrol sepanjang bulan Ramadhan.

Terkini